Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

09/03/15

Tinggalkan Aku


BALUTAN LUKA

Aku baru sadar bahwa kamu
mencintai orang lain..
Aku yang mencintaimu..
dan kamu tidak

Bagiku ini adalah takdirku
mencintai orang yang tidak pernah mencintaiku
Ini adalah jalanku yang harus terluka
karena cintamu

Jika memang kau mencintai dan
menyukainya..
kejarlah cintamu sebelum dia pergi
Dan aku...
Biarlah aku disini
merintih dalam sepi
berselimut luka
berbalut duka

Bahagiamu adalah bahagiaku
Aku tak ingin dirimu terperangkap
dalam hubungan ini..

Kasih..
Pergilah..
Jangan hiraukan diriku..

Download Video : http://youtu.be/h6Z79MGJObM

03/12/14

Kumpulan Cerita Cinta "Cinta Itu Adalah ...."

Cinta Itu Adalah ....

Mencintai cewek itu,..
Adalah sebuah anugerah yang telah diberikan Tuhan kepadanya..
Dan dicintai cewek itu adalah sebuah harapan tertinggi dalam hidupnya

Dia tahu dan sadar bahwa dalam kehidupan sebelumnya
dia tidak pernah merasakan cinta sebesar dan sedalam ini
kepada seorang wanita.

What is loveSungguh dia tidak mengerti
Kenapa cintanya begitu besar kepada cewek itu
Kenapa rasa cemburu, takut kehilangan selalu hadir dalam dirinya

Cintanya melebihi segala cinta yang pernah ada
dalam dirinya..
Cintanya ini lebih besar dari cinta yang pernah
dia berikan kepada orang lain.
Sungguh luar biasa..
Betapa beruntungnya cewek itu, yang telah
berhasil mendapatkan cintanya
Cinta yang tidak mungkin dia dapatkan dari laki-laki lain
Cinta yang tulus, cinta yang suci, cinta yang hakiki
lahir dan bathin.

Akan sempurnalah cinta ini jika mereka berdua
menjadi sepasang kekasih yang nyata..
Tapi.. apakah mungkin?
apakah cewek itu mau menerima dia apa adanya?
apakah cewek itu juga mencintainya seperti
cintanya?

Mungkin untuk saat ini dia hanya bisa menikmati
cinta yang dia berikan..
dan belum bisa menikmati cinta cewek itu..
Karena cewek itu belum pernah mengungkapkan
rasa cintanya...
Cewek itu juga belum pernah mengatakan betapa besar
arti dirinya bagi cewek itu,..
Apakah dia punya arti bagi diri cewek itu..
Atau hanya sekedar mainan belaka..
Walau jauh dilubuk hati cewek itu yang paling dalam
bahwa cewek itu juga membutuhkannya..
Sebab.. cewek itu juga suka cemburu, marah jika
dia mencoba deket dengan cewek lain..
Dan itu adalah sedikit bukti bahwa cewek itu juga
merasakan adanya benih-benih cinta dalam hatinya
walaupun tidak secara langsung.
Atau cewek itu malu untuk mengakuinya..

Cinta memang buta..
cinta tidak bisa melihat
tapi cinta memberikan kenyamanan
cinta memberikan kekuatan
cinta memberikan semangat
cinta menjadikan segalanya indah..
Karena cinta hanya bisa dinikmati
cinta hanya bisa diberikan

Cinta tidak menyakiti
Cinta tidak memaksakan
Cinta tidak mencelakan
Karena cinta itu adalah anugerah yang terindah yang
diberikan Allah..

Karena begitu besar cintanya kepada cewek itu
Jika cewek itu sakit...
Dia yang ingin merasakan sakit itu..
Jika cewek itu sedih..
Dia yang ingin merasakan kesedihan itu..
Jika cewek itu marah..
Dia rela menjadi tumpuan kemarahan cewek itu
Dia hanya ingin cewek itu selalu bahagia
selalu dalam kecerian...

CINTA YANG BEGITU BESAR DAN TULUS
TELAH DIA BERIKAN KEPADA CEWEK ITU

Kumpulan Cerita Cinta "Bidadari Kecil Itu Dirimu"

 Bidadari Kecil Itu Dirimu


Sore ini adalah sore yang paling mengesankan
Sore yang tak akan terlupakan..
Karena ada seorang bidadari cantik yang menemani dirinya,
Wangi, berpakaian indah, seger dan bersemangat..
Jauh dari kesan lusuh dan urakan..
Dia begitu menawan.. tampil feminim
Rambut di ikat rapi, tiada kesan tomboy dalam dirinya..
Dia seperti wanita sejati, wanita seutuhnya..

Sungguh kehadiran cewek itu membuat dia terpaku dan terpana
melihat makluk indah yang mampir ketempatnya
Dia berbisik dalam hatinya.
"Dek, dirimu benar-benar membuat aku terpana dan terpesona
"Kecantikanmu terpancar dalam wajahmu yang lugu
"Sungguh kau telah menjelma menjadi wanita seutuhnya
"Wanita yang ada dalam khayalanku
"Dek... aku seperti orang gila karena mencintaimu

Ditambah lagi, tidak ada kesan galak dan kasar pada diri cewek itu,
dia tampil manis dan penurut, tidak membosankan mata memandangnya
Kekagumannya bertambah besar pada cewek itu..

Diganggamnya tangan cewek itu, ada rasa nyaman mengalir dalam
dirinya, ada secercah harapan akan cinta yang dia harapkan dari
cewek itu..
Tangan mereka saling menggenggam, hanyut dalam lamunan masing-masing..
Dia berdoa dalam hati...

"Ya Allah.. Engkau kirimkan makhluk Mu yang indah ini kepada hambaku
"Engkau berikan hamba Mu ini, sebuah harapan dan kebahagian
"Ya Allah,, Yang Maha Memiliki..
"Biarkan hamba Mu ini selalu seperti ini dengannya
"Dalam keindahan, dalam ketenangan dan dalam kebahagian
"Terima kasih ya Allah.. Tuhan Semesta Alam..

Setelah bidadari itu kembali kerumahnya..
Dia merasa gembira dan bahagia..
Dan dia berharap bisa bertemu lagi dengan cewek itu
dalam mimpinya nanti malam..

Kumpulan Cerita Cinta "Bukan Cinta Pertama"

Bukan Cinta Pertama Ku


Disebuah kampung kecil dikaki sebuah gunung Seorang pemuda berjuang hidup untuk mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang insinyur

Tapi apa mau dikata, keluarganya miskin dan tentu tidak akan mampu melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi.

Dia yakin, dengan tekad yang bulat semuanya akan terwujud.

Pulang dari sekolah dia lebih banyak menghabiskan waktunya di sawah atau di sungai. Dia memancing ikan atau belut, ikan dan belut untuk dijadikan lauk pauk makan malam, jika lebih maka ikan dan belut itu akan dijualnya ke tetangga kampung untuk biaya sekolah adik-adiknya. Dia habiskan waktunya hari demi hari untuk membantu keluarganya.

Allah maha pengasih dan maha besar.. Walau dia jarang belajar karena tidak punya buku, tapi Allah menganugerahkan dia otak yang encer dan pikiran yang kuat bahkan dia sering menjadi juara kelas, dari SD, SMP bahkan sampai SMA dia selalu mendapat rangking 1 dikelasnya, karena kecerdasannya itulah, dia selalu mendapatkan Bea Siswa dari sekolah sehingga dia tidak harus lagi memabayar uang sekolah..

Bahkan dia mendapat undangan dari Universitas terbesar di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk menjadi salah satu siswa undangan, tapi...... Dia menolak karena dia tahu bahwa orang tuanya tidak akan mampu untuk membiayai sekolahnya yang jauh dari kampungnya. Akhirnya dia sekalah sampai SMA saja, dan tidak melanjutkan kemana-mana karena dia sadar keluaganya miskin.

Kisah hidup dan kisah cintanya tidak jauh berbeda. Begitu menyakitkan dikarenakan dari kaluarga miskin Kepedihan hati yang dirasakan karena selalu dihina karena keluarganya miskin. Kisah cintanya selalu berakhir dengan kepedihan dan penderitaan

Suatu masa........ ketika dia menemukan cinta dari seorang adik kelasnya, ceweknya tomboy dan urakan, tapi dia baik hati dan penuh perhatian cantik, putih.. Dia sadar tidak mungkin untuk menjalin cinta dengan cewek itu, karena cewek itu keturunan orang kaya, keturunan ningrat atau keturunan Datuk/Raja Yang membuat dia tambah tersiksa ternyata cewek itu juga mencintainya bathinya berkecamuk.. apa yang harus dia lakukan

Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pacaran backstreet atau pacaran secara sembunyi-sembunyi. tidak ada seorangpun yang tahu kalau mereka berpacaran.. Hari-hari indah mereka lalui sebagai sepasang kekasih Ooooh... indahnya masa masa mereka pacaran.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak Kisah cinta mereka berdua akhirnya ketahuan juga terutama oleh bapak cewek itu, Bapaknya murka dan marah.. bahkan menghina dia habis-habisan dia dianggap sebagai laki-laki tidak punya derajat dari keluarga rendahan, miskin. Dia diusir dari kampungnya.

Akhirnya dia merantau ke tanah jawa, yaitu ke Jakarta Di Jakarta dia bekarja apa saja yang penting halal, tidak mencuri dan tidak menipu orang..

Tapi entah kenapa dia tidak bisa lagi mencinta seorang cewek Bagitu banyak cewek yang datang kepadanya dia selalu menolak Hatinya terlajur sakit dan pedih sejak peristiwa itu.

Hari berganti hari Minggu berganti minggu Bulan pun berubah menjadi tahun

Entah telah berapa tahun sejak kejadian yang menyakitkan itu. Jika dia teringat, perih menusuk disudut hatinya. Sakitnya tidak terperih.

Allah maha tahu apa yang hamba Nya rasakan.. Disuatu daerah di paparan Sunda di tanah kekuasaan Prabu Siliwangi Kerajaan Galuh..

Dia menemukan kembali rasa cinta itu Dia dipertemukan lagi dengan cintanya yang pernah hilang Reingkarnasi cewek yang pernah dia cintai Penjelmaan dari cewek yang telah mengisi relung hatinya sejak dulu..

Benih-benih cinta itu tumbuh dengan sendirinya makin hari makin besar. Bahkan tiada terbendung lagi

Hatinya bergetar, tubuhnya kaku Jika dia didepan cewek itu Dia tidak dapat menolak dan berpaling darinya Cewek itu telah mengunci hati dan cintanya

Ingin dia memeluk Ingin dia merangkul Ingin dia mencium dan melapaskan segala rasa rindu dan cinta yang terbelenggu bertahun-tahun lamanya dan tak ingin kehilangan cinta itu lagi kehilangan cintanya yang suci Seakan dia ingin memberikan nyawa demi cintanya itu

Tapi..... Dia ragu... Apakah kepedihan hatinya akan terobati atau akan bertambah parah?????

Dan demi cintanya ke cewek itu apa pun dia korbankan waktu, uang, keringat dan air mata dipersembahkan buat cewek itu..

Yang tidak dia mengerti apakah cewek itu juga mencintainya atau tidak.

Suatu ketika dia menulis sebuah surat cinta yang tak pernah dia kirimkan

Dek...
Aku nggk tahu harus berkata apa padamu Aku sungguh tidak bisa manahan hasrat cinta ini kepadamu.
Tapi...... Mengapa kau tidak pernah mengerti atau pura-pura tidak mengerti Aku tahu kamu bukan anak kecil lagi dan aku juga tahu kamu sudah mengerti artinya cinta.

Dek Jangan kau siksa diriku seperti ini Jangan kau gantung rasa cintaku ini Tanyakan kepada hati kecilmu Apakah kamu juga mencintaiku

Jika tidak...
Katakan tidak Dan jangan kau berikan lagi aku harapan akan cintamu

Jika iya..
Tolong katakan padaku bahwa kau juga mencintaiku Agar aku bisa memberikan semua perasaanku padamu

Biarkan aku jadi sandaranmu
Biarkan aku jadi tambatan hatimu

Seperti itu bunyi surat cinta yang tidak pernah dia kirimkan ke cewek itu. Bahkan sampai saat ini dia masih mengharapkan cinta itu. Cinta yang telah tumbuh subur dalam hatinya.

Tiap hari, tiap malam dia selalu memikirkan cewek itu.. Dan selalu memimpikannya..

Sungguh malang nasibnya.. mengharapkan cinta cewek itu

Dia selalu berdoa agar Allah membukakan hati cewek itu untuk menerima cintanya atau menolak cintanya, agar dia tidak lagi tenggelam dalam perasaan yang tidak jelas..

25/09/13

Cerpen - Kalau Cinta Bilang Cinta

Kalau Cinta, Bilang Cinta

"Busyet, tuch cowok keren banget...." batin ku saat melihat seorang cowok yang duduk di parkiran bareng temen-temennya.
Sumpah ya aku nggax nyangka kalau aku bakal ketemu lagi seorang cowok yang keren. Bahkan lebih keren dari pada cowok yang aku lihat saat MOS kemaren, kira-kira siapa ya tuch cowok?, kayak-kayaknya sich kakak kelas. Ah, aku ini emang bener-bener ga bisa lihat cowok keren dikit ya he he he.... -______-
0h ya kita belum kenalan, kenalan dulu ya.... Nama aku Devila Indri Chelsy Indah Ayu Lestari _Jangan bayangin kalo pas akad nikah ya? ^_^
Aku biasa di panggil Chelsy, hari ini adalah hari pertama aku di sekolah baru, karena dua minggu yang lalu aku telah terdaftar sebagai siswa baru di SMU ini, kemaren saat MOS aku ada sempat melihat seorang cowok yang keren di antara murid baru lainnya, aku penasaran banget ama tuch cowok, kira-kira bisa nggax ya aku jadi temen deketnya.
Nah, kalau aku lihat ada yang keren, pasti juga ada yang cantik, ia kaan, menurut aku, ada dua orang cewek yang cantik, kelihatannya enak di lihat, pendiem, rapi pokoknya perfect deh, itu saat hari pertama, dan hari keduanya, aku juga melihat ada cewek yang cantik. dia pakek kacamata dan gayanya feminim banget, pokoknya beda jauh deh dari aku...
Menurut aku siapa pun yang mendapat kannya pasti bakal beruntung banget, uuuh andai aja aku kayak mereka... eh tapi bukankah menjadi diri sendiri itu lebih baik? ah ia aku jadi diri aku sendiri aja deh, emmm tapi beneran deh tuh cewek perfect banget. Apa bisa ya aku nyaingin dia... kayak nya nggax deh. Eh tapi mungkin suatu saat nanti aku bakal lebih dari pada mereka berdua, ia nggax? emmm siapa yea nama tuh cewek, cari tau ahhh
"Chel, kok bengong sich?" tiba-tiba ada yang menepuk bahu ku, refleks aku melihat ke samping, lamunan ku langsung terbuyar.
"eh, e apa? enggak kok" balas ku, saat mengetahu kalau cewek itu adalah 'Nay' sahabat terbaik ku. Aduh kok aku bisa lupa ya kalau aku tadi bareng sama Nay. Keasyikan ngelihatin cowok keren sih....
"0, eh kesana yuk. Ke papan pengumuman itu . Lihat kita di ruang nomor berapa" ajak Nay.
Aku hanya mengangguk, dan mengikuti Nay menuju papan pengumuman, ya semoga aja aku bisa ketemu cowok yang keren lagi he he he, eh sorry, sorry, sorry, aduuuuuh aku ini kan ke sini mau belajar, kok jadi cowok sich. Ah kacau-kacau. E... tapi cowok tadi anak kelas mana ya? manusia apa pangeran ya,,,, abis keren banget. eh kok Aku jadi lebay gini sih... ah makin kacau nih....
"Chel loe ruang mana?" tanya Nay begitu selesai membaca pengumuman yang ada di depan kelas.
"Gue masuk ruang A. Kalau loe?" balas ku setelah membaca pengumuman nya sekali lagi untuk memastikan.
"Gue bingung... nama gue ada di A, tapi di B juga ada, gue mau milih yang mana ya...." balas Nay.
"Udah loe masuk ruang A aja, bareng gue, santai aja, ada nama loe ini" kataku dan menarik tangan Nay untuk masuk ke kelas A.
Begitu tiba di kelas Aku langsung menghentikan langkah ku, ini mimpi apa bukan ya... Aku sekelas sama cowok keren kemaren? uuuh asyiiiik.
"Chel loe duduk di mana?" tanya Nay.
"gue di sini aja deh" balas ku sambil duduk di kursi baris tengah-tengah nomor dua.
"0, loe di situ, gue di depan loe deh" balas Nay.
Setelah banyak yang masuk, juga memilih kursinya masing-masing akhirnya ada juga guru yang masuk kelas. Tapi aku duduk sendiri, ada yang bilang yang duduk bareng aku 'wiena' tapi aku nggax kenal anaknya yang mana. Ah udah lah biar aja, besok kan aku tau, abis sekarang dia nggax datang, katanya sih sakit, Kasiaaaaaaaaaaaaaaan.
Begitu guru itu masuk beliau langsung meminta anak-anak baru untuk memperkanalkan diri satu per satu dan semuanya pun memperkenalkan diri, dan berkat itu aku jadi tau nama cowok keren kemaren, namanya itu 'Steven' waaaah bakal makin seru nih, kayaknya keberuntungan lagi berpihak ke aku deh he he he....
Dan tentu saja aku juga tau nama cewek yang aku kagumi itu, dan kebetulan dua-duanya itu sekelas sama aku, yang pertama namanya 'chintya' dan yang ke dua, yang pake kacamata itu namanya 'imel'. Nama yang bagus ea... nggax nyangka Aku, ternyata aku bener-bener beruntung. Kalau begitu aku harus belajar dari mereka, ia nggax???
Tapi apa aku bener-bener bisa nyaingin mereka?. Kayaknya nggax deh, mereka itu bener-bener jauh . Jauuuuh banget bedanya sama aku... Kalau aku itu pinter, berarti mereka itu bener- beneeeeer pinter, atau bahkan super pinter, dan kelebihan mereka pasti bakal lebih dari pada aku. Ah kita lihat aja ntar apa aku bisa nayaingin dia, atau aku selalu kalah.... tapi semoga aja keberuntungan kembali berada di pihak padaku. Ya semoga...

Cerpen Cinta remaja “ Kalau Cinta Katakan Saja”

Huuuuuffffhhhh..... nggak kerasa ya ternyata aku udah dua minggu di sekolah baru ku. Tapi baru dua minggu aku sudah banyak dapat temen baru ada wiena, mawar, chintya, imel, juga Aurel trus banyak lagi deh. dan Steven salah satunya. Ia juga jadi temen aku, walau nggax terlalu akrab tapi aku bisa ngobrol sekali-kali sama dia, ya sedikit banyak aku tau lah dia itu orangnya kayak apa.
"Chel, menurut loe, mana yang lebih keren antara mike atau aldy?" tanya Nay saat istirahat pertama. Aku bingung juga, selain aku nggax seberapa kenal sama mereka, aku juga emang nggax tau mana yang lebih keren.
"Eeemmmm, mike itu yang temennya Steven ea?" tanya ku memastikan,
"Ia. Menurut loe mana yang lebih keren?" tanya Nay lagi.
"Eee mana ya? gue bingung. Abis selain gue nggax seberapa kenal sama dia, gue juga nggax tau, emang kenapa? dia nembak loe?" tanya ku ngasal.
"Ia. Gue bingung mau milih yang mana, makanya gue tanya sama loe"
"oh yea?" tanya ku kaget.
He he he padahal kan tadi aku cuma ngasal aja ngomongnya, eh ternyata bener. Aku itu emang bener-bener hebat yea? eh muji sendiri dech aku. Abis nggax ada yang mau muji sich, (uuuuh kasihan....)
"eh sorry, maksud aku.... emmm sorry ya, aku juga bingung, mending loe tanya sama orang laen aja. Loe kan tau sendiri gue itu nggax berpengalaman sama yang begituan" tolak ku. Ya abis kan aku emang belum pernah pacaran, jadi mana aku tau yang mana yang lebih baik.
"0h ia gue lupa, loe kan nggax suka pacaran"
"He he he tau tak apeeee..."
"Ea lah tuuuu..."
"Chel. kekantine yuk" ajak wiena dari luar kelas.
"0key, bentar ya..." balasku "e Nay, sorry ya, gue ke kantine dulu, mending kalau loe mau tau jawabannya, loe tanya aja ama yang udah berpengalaman, gue bener-bener nggax bisa bantuin..." kata ku kearah Nay, wah jadi serba salah nih, abis mau gimana lah, aku emang nggax tau. setelah Nay mengagguk aku langsung cabut, menghampiri wiena dan kekantin.
Setelah dari kantin aku mau kembali kekelas, nggax sengaja aku berpapasan sama cowok keren kemaren, aku rasa pernah ngelihat nih cowok deh. Tapi di mana ya? wajahnya tu udah nggax asing lagi, bukan berarti dia pasaran ya... emmm tapi di mana ya??? rasa-rasanya sich nie cowok mirip 'joy' pemain sinetron itu,. Nama lengkapnya aku nggax tau pasti, yang penting namanya adalah joy, joy nya gitu, kalau nggax salah... tapi, kalau di lihat bener-bener malah lebih miripan sama JB alias Justin Bieber yang lagi naik daun itu, sumpah deh. #Ana beneran nyungsep baca nie cerita ^_^

"0000 Ferly, kalau lihat cewek dikit, langsung nggax kedip matanya..." kata seorang temen tu cowok keren, yang tentu saja menyadarkan aku kalau dari tadi tu cowok yang ternyata bernama Ferly terus ngelihatin aku sampai muter kepalanya.
"e nggax lah, bukan gitu... ini ha... apa... cuma ini tu cewek cantik banget" kata Ferly bingung mau bilang apa.
Temen-temennya langsung tertawa sambil mendorong-dorongnya, tanda nggax percaya. Tentu saja itu langsung buat aku kaget, nggax kebayang deh gimana perasaan aku saat itu, rasanya tu kayak melayang di angkasa gitu, ya iyalah gimana nggax, di puji sama cowok idolanya, wuaaah nggax bakal bisa tidur semalaman.
Takut ketahuan kalau aku itu seneng, langsung aja aku ngajak wiena untuk masuk ke kelas, begitu di kelas aku langsung ngelamun, ternyata tu cowok emang bener-bener keren ya.... dan e siapa namanya tadi, 'Ferly'??? nama yang bagus ya.... he he he...
Begitu tiba di rumah, fikiran ku sudah melayang entah kemana, udah nggax bisa di balikin lagi, rasanya tuch seneng banget. Tiba-tiba langsung terdengar lagu dari radio yang cocok banget sama perasaan aku, kalau nggax salah yang nyanyi 'Nikita Willy', tapi kalau salah nggax tau deh, judul nya 'Cinta Pertama' yang liriknya kayak gini nich....

'CINTA PERTAMA'

Ku tak tau... mengapa ku malu...
Disetiap aku tau dia di dekat ku...
Aku sesal bila dia tak ada
Tak ingin jauh ku darinya....
Ada rasa yang tak biasa...
Yang mulai ku rasa, yang entah mengapa...
Mungkin kah ini pertanda, aku jatuh cinta...
Cinta ku yang pertama....
Tuhan tolong berikan lah isyarat
Semoga ne jawaban atas do'a ku....
Perkisahan ku mengenang cinta...
Yang indah tanpa air mata.,...
Ada rasa yang tak biasa...
Yang mulai ku rasa, yang entah mengapa...
Mungkin kah ini pertanda, aku jatuh cinta...
Cinta ku yang pertaaamaaaa......

Cerpen cinta remaja 
"Kalau cinta katakan saja"

Nggak kerasa ya udah enam bulan aku di sekolah baru ini, dan tentu saja makin lama aku makin akrab sama Steven, anaknya makin lama makin baik. Tapi sayang anaknya lumayan pendiam, dulu waktu pertama kali kita temenan juga aku dulu yang ngajakin ngobrol. Aku itu aneh ya kalau orang lain yang ngedeketin pasti aku jutek and cuek, tapi sebaliknya kalau orang itu yang diem eh malah aku yang ngedeketin dia.
Malahan dulu mawar pernah bilang, katanya saat aku MOS kemaren. Aku itu kayak patung hidup, diaaaaaam aja, nggax mau kenal-kenalan sama orang lain, malahan dia sempet bilang kalau aku itu pendiem bin sombong, re-se banget kan? tapi ya maklum lah. Aku kan emang gitu orangnya, rada-rada aneh dikit. Kita kan harus jadi diri sendiri, jadi aku nggax papa donk gini, kan nggax ikut-ikutan yang lain, he he he ia nggax sih.
"Chel, ntar loe kerumah gue ea..." kata seorang cewek dari arah samping, aku langsung menoleh ternyata Nay.
"emang mau ngapain sich?" tanya ku bingung. tumben nie orang ngajakin aku kerumahnya, biasanya juga kalau nggax kerja kelompok aku nggax pernah di ajak kerumahnya. jangan-jangan mau membagi-bagi ampau lagi he he he
"ntar mike ama Steven mau kerumah gue"
"0h yea????" tanya ku kaget, Steven? mau ngapain? trus ngapain ngajak-ngajak aku, emangnya Nay tau kalau aku suka sama Steven? nggax mungkin kan? ya nggax lah, karena aku nggax pernah ngasi tau he he he
"ia, pokoknya ntar loe kerumah gue, gue nggax ada temennya di rumah"
"emang mau ngapain sich...."
"udah lah, loe jangan banyak tanya, ntar loe datang aja, Steven bilang dia mau nemenin mike ke rumah gue asal gue juga bawa temen cewek ke rumah gue, jadi loe harus datang"
"what?! maksud loe apaan? gila loe, maksud Steven itu kan cewek laen, bukan gue, kalau gue ma udah kenal" tolak ku.
"yaaaah ayo donk, gue nggax tau mau ngajak siapa lagi, pleaseeeee bantuin gue napa, ayo laaaaah..." rayu Nay. emmm gimana ya, gue bingung nih, gimana ntar kalau Steven kecewa karena cewek yang di bawa itu aku. Eahh itu kan namanya bikin malu , emmm tapi kasihan juga si Nay ini... aduh gimana ya....
"ayo donk Chel... loe nggax kasihan sama gue apa?" tanya Nay.
"emmm 0key, baiklah gue mau" kata ku akhirnya.
"he he he nah gitu donk, dari tadi kek..." kata Nay seneng, huu'uuuh nggax ada pilihan laen.
sepulang sekolah gue langsung melakukan aktiVitas seperti biasanya, tapi waktu saat nya istirahat aku ganti dengan siap-siap ke rumah Nay, walau masih agak lumayan malu juga sih tapi aku tetap melangkah menuju rumah Nay, iiiih gimana ini....
"eh Nay, mike itu pacar loe ea?" tanya ku begitu tiba di rumah Nay.
"ea..."
"0h... eh itu mereka.,.." tunjuk ku kearah dua orang cowok yang baru melewati jalan di depan rumah Nay menggunakan motornya, jangan-jangan tu orang nggax tau lagi rumah Nay, aku langsung melangkah keluar dan melihat Steven dan mike yang tampak lagi kebingungan.
"woooy, sini..." teriak ku kepada dua orang yang lagi kebingungan, Steven langsung menoleh dan balik arah menuju rumah Nay.
"eh Chel, loe ladenin bentar ea, gue mau bikin minum" kata Nay dan langsung ke dapur, aku hanya balas mengangguk.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam. yuk masuk" ajak ku kearah Steven dan mike, setelah mereka duduk di kursi aku langsung bingung, iiiih mau ngomong apa ya,,, Nay kemana lagi nie, aduuuh masa tamunya di cuekin sih... ehem-ehem tes tes satu dua tiga... ehem-ehem.... basa basi ah...
"ini dari rumah atau kemana dulu tadi?" tanya ku sekedar basa-basi, dari pada di diemin ya nggax.,..
"e dari rumah" jawab Steven, sementara mike diam saja, secara gue nggax seberapa kenal sama dia, atau bahkan sebaliknya, di tambah lagi Steven yang lebih deket dari gue.
"langsung tau tadi rumahnya disini?" tanya ku.
"e, enggak, tadi sempet bingung juga, setelah lihat loe di sini, baru deh tau" jawab Steven.
"000h, emang nggax nanya sama orang?" tanya ku lagi, e gue mirip wartawan nggax sich? bayak tanya, tapi dari pada diem-dieman.
"bingung mau nanya sama siapa" jawab Steven.
"he?!" gantian aku yang bingung, prasan banyak orang, kok bisa bingung mau nanya sama siapa "aneh-aneh aja..." balas ku.
"rumah loe di mana Chel?" tanya Steven.
"Alhamdulillah, gue belum punya rumah" jawab ku cepat.
"sesuatu ya..." balas Steven
"he? maksudnya?" gue jadi bingung, sesuatu apaan?
"Alhamdulillah ya, sesuatuuuu he he he"
"syahrini???! ck ck ck macam tau-tau zae..."
"tau lah, eh mana lah rumahnya"
"udah di bilang gue nggax punya rumah juga, nggax percayaan banget"
"ya abis gimana lah?" tanya Steven bingung.
"gimana apanya?" tanya ku.
"ya gimana? loe tinggalnya?"
"ya gue tinggal sama, my parent lah, emang mau sama siapa lagi" jawab ku sambil menahan tawa. lucu juga menyaksikan kebingungan Steven dan mike.
"yeeee sama aja lah tuuu..." kata Steven setelah beberapa saat bengong.
"ya beda lah, gue itu belum punya rumah kaleee..."
"ya udah, mana rumah mama loe?" tanya Steven.
"loe ngapain nanya-nanya, bokap gue masih ada lho, lagian gue nggax berminat tuch punya bokap tiri kayak loe..." balas ku santai.
"he??? loe...."
"apa? aneh, gue udah tau, banyak yang udah bilang gue kayak gitu, padahal kan gue ngomong apa adanya" balas ku.
"gue seriuz ne..."
"gue dua riuz malah"
"ya udah kalau gitu, gue tiga riuz deh" kata Steven.
"haaa dariuz??! dia itu,.... cowok pemain lawak yang tubuhnya kayak anak kecil itu kan???" tanya ku, sengaja mau ngerjain Steven, karena ngerjain temen-temen yang nggax bisa jawab pertanyaan dari aku yang kelihatan konyol tapi kenyataan kan salah satu hobby aku, he he he aneh nggax sich.
"Chelsy...." tampak Steven yang udah sebel banget karena di kerjain mulu, aku langsung aja tertawa, uuuuh serunya...."mana sich rumah nya?"
"ya udah deh, loe nanya rumah kan? e rumahnya itu tuh?" tunjuk ku kearah rumah yang tak jauh dari rumah Nay.
"jadi itu rumah loe?" tanya Steven.
"bukan"
"rumah nyokap bokap loe?"
"emmm bukan juga"
"truzzzz???" Steven tampak makin bingung,
"rumah tetangga gue" jawab ku cepat ha ha ha ha... langsung aja tawa ku meledak melihat tampang sebel terlintas di wajah Steven dan mike.
"yang seriuz lah, rumah loe yang di mana?"
"emmm baik lah, kalian tadi pada lihat mushala nggax?" tanyaku.
"lihat. rumah loe di balakangnya?" tanya Steven.
"he? emang di belakang mushala ada rumah? prasan...."
"kuburan kan" potong Steven sambil senyum-senyum. he?! emang apa sich maksudnya, bukannya kuburan itu buat orang yang udah mati ya... tapi...
"kurang ajar!!! enak aja, loe fikir gue itu kuntilanak apa" kata ku setelah tau maksud Steven apa, balas dendam nih ceritanya... iiiih re-se banget. Bego kok bisa sich aku nggax nyadar tadi.
"he he he gantian donk, tadi kan loe yang ngerjain gue, sekarang kita satu sama, lagian loe itu beda tipis kok sama kuntilanak, bahkan lebih tepatnya malah kalian berdua itu mirib" balas Steven dan makin ngakak.
"ia. gue hantuin baru tau rasa loe..." balas ku sewot, masa di bilang sama kayak kuntilanak sich, tega banget, kenapa nggax kuntilemak aja sekalian.
"he?!!!!!! hiiiiiiiii takuuuuuuuuut...." balas Steven "ha ha ha..."
"re-se loe" balas ku makin sewot, tiba-tiba Nay masuk ke ruang tengah sambil membawa nampan berisi minuman.
"eh, nggax usah repot-repot Nay..." kata mike.
"ah nggax, cuma air minum doank"
"ah ya udah nih, di minum ya..." kata ku sambil menyodorkan minuman itu ke arah mike dan Steven. dan di balas anggukan sama Steven juga mike.
"Chel, rumah loe yang benernya itu di mana sich?" tanya Steven yang udah ke sekian kalinya.
"rumah gue, di ini ha... e tadi loe kan ada lihat mushala, nah rumah gue itu nggax jauh dari sana, loe dari mushala belok ke kiri, trus luruuuus aja, ada belokan pertama loe belok ke kanan, trus ke kiri, ke kiri lagi, abis itu baru ke kanan, nah langsung loe luruuuuus aja lagi, saat lihat simpang empat loe belok ke kanan, loe nggax usah perduliin meski di sana banyak simpang tiga maupun dua, yang loe harus perhatiin hanya simpang empatnya okey, nah loe bakal nemuin rumah warna hijau" jelas ku dengan cepat, tanpa memperhatikan titik dan komanya, luruuuus aja kayak kereta api, tanpak mike, Steven dan Nay juga langsung bengong mendengarkan.
"jadi itu rumah loe?" tanya Steven setelah beberapa saat terbengong.
"e sebenernya sich bukan, itu rumah pak RT" jawab ku.
"jadi rumah loe...?"
"di depan rumah itu ada rumah lagi, nah baru deh itu rumah...."
"rumah loe?"
"bukan"
"truz???!" Steven tampak makin bingung,
"rumah mama sama papa gue" jawab ku sambil menahan tawa agar nggax kelihatan kalau aku mau ngerjain dia, gantian ea,..
"ia, itulah maksud gue..."
"nah sekarang udah tau kan???"
"e sebenernya sich gue masih rada-rada gimana gitu yaa, elo sich njelasin nya muter-muter nggax jelas gue jadi bingung, bahkan sekarang jadi makin bingung"
"enggak kok. orang gue duduk aja dari tadi nggax muter-muter, seriuz deh" jawab ku pasang wajah nggax tau bener-bener seriuz.
"iiiiih loe tu ya..."
"he he he...."
"jelasin sekali lagi donk"
"capek kali, njelasin kayak gitu, apalagi yang di kasi tau pada nggax nyambung kayak kalian. waaah bisa mati berdiri gue ngejelsainnya"
"ya udah kalau gitu intinya aja"
"emang di kira kociiii apa ada intinya, lagian gue nggax ngerti ama yang begituan, intinya apaan"
"ya yang penting nya aja"
"tapi menurut gue semuanya itu penting"
"ya udah, kalau gitu di persingkat aja"
"gini ya... nah dari mushala loe belok ke kiri, trus belok ke kanan, ke kiri, kiri lagi, abis itu belok kanan, setelah jumpa simpang empat loe berhenti belok kanan dikit, ada jumpa rumah cet warna hijau loe lihat di depannya, nah di situ lah rumah my parent" jelasku kembali tanpa memperhatikan titik dan komanya, sengaja agar Steven dan yang lainnya makin bingung, aku ngomongnya dengan super cepat, dan untuk ke dua kalinya mereka terbengong, pantesan ayam tetangga banyak yang mati (tempat aku donk, tetangganya Nay kan aku. Ehhh nggax jadi ayam tetangga deh, kan sayang ayam aku, he he he ehem-ehem abaikan...) "nah, sekarang udah faham?" tanya ku, yang sempet pusing juga, aku ngejelasinnya kemana aja sich ne... setelah terdiam beberapa saat, mencarna ucapan aku, Steven dan mike langsung geleng-geleng dan herannya Nay juga ikut-ikut an.
"gue pusing..." kata Steven.
"ha?! masa' sih? gue udah capek-capek ngejelasinnya, e tapi di fikir-fikir gue juga makin bingung, gue juga ikutan pusing deh kayaknya..." balas ku sambil mikir, kira-kira tadi yang aku jelasin itu bener nggax ya??? #JELAS AJA SALAH DODOL. Yang bener itu dari mushala belok kiri. Jalan terus aja sampe ketemu simapang empat terus belok kanan. Nah abis belok kanan baru belok kiri. Ketemu rumah cat ijo milik pak RT. Nah, rumah lu pas didepannya >>> Ana ikutan koment.
"yeeee gimana sih??" balas Steven yang udah sewot banget.
"e nggax tau. bingung gue..."
"0 ia lah tu...."
"ya ampun, gitu aja kok repot. rumah Chelsy itu, no di simpang empat sebelum rumah gue, kalau dari rumah gue rumah pertama sebelah kiri" jelas Nay yang mungkin udah bosen topiknya itu-itu terus.
"0 jadi itu... bilang dari tadi kek"
"lho kan tadi udah gue jelasin, masa nggax ngerti juga"
"tapi prasan kalau dari mushala nggax ada belok-belokan lagi selain simpang empat yang di sana" fikir Steven sambil mengingat-ingat.
"ada kok"
"tapi barusan kita lurus aja, emang belokannya di mana?"
"eeemmm belokannya itu ya kerumah orang" jawab ku santai.
"ha?! jadi..."
"ya kan tadi gue bilang setelah ke kanan, ke kiri, kiri lagi, baru kekanan, jadi ya balik ke jalan lurus yang tadi. benerkan?"
"0 pantesana aja gue bingung"
"he he he sengaja" jawab ku sambil tersenyum bangga, seneng rasanya bisa ngerjain Steven.
"sudah lah jangan mempersulit keadaan" kata Steven, be-te kaleee, abis dari tadi kalah terus sich, he he he...aku gitu lho, mana bisa di lawan. abis itu kita ngobrol ngalor-ngidul, nggax tau ujung pangkalnya, dan sesekali tertawa. hingga akhirnya Steven dan mike pamit pulang. 

Cara Flash Mito A82 100% Success

Flashing Mito A82 Success 100% Lupa pola, Lupa Password dan Bootloop dapat diatasi dengan cara flashing, untuk lupa pola atau lupa passwo...